Babak Pertama Berjalan Tenang
Kedua tim tampil cukup berhati-hati di babak pertama. Real Madrid dan Villarreal sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih, sehingga 45 menit awal berjalan relatif tenang tanpa gol. Villarreal mampu menahan dominasi Madrid dan menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.

Mbappe Pecah Kebuntuan di Babak Kedua
Situasi berubah drastis setelah jeda. Tim asuhan Alvaro Arbeloa tampil lebih agresif dan langsung menekan pertahanan Villarreal. Gol pembuka akhirnya tercipta di awal babak kedua melalui Kylian Mbappe.
Penyerang asal Prancis itu mencetak gol dari jarak dekat setelah umpan silang rendah Vinicius Junior sempat diblok dan bola jatuh tepat ke arahnya. Meski sempat ada protes dari pemain Villarreal yang mengklaim bola sudah keluar lapangan, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Gol ini menambah koleksi Mbappe menjadi 21 gol dari 19 pertandingan La Liga musim ini.
Vinicius Tajam, Villarreal Gagal Manfaatkan Peluang
Vinicius Junior tampil semakin dominan di babak kedua, meski catatan tanpa golnya di La Liga kini berlanjut menjadi 13 pertandingan. Di sisi lain, Villarreal sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-62, Gerard Moreno menerima tendangan bebas cepat dari Dani Parejo dalam posisi bebas, namun tembakannya justru melambung di atas mistar gawang. Kesempatan itu menjadi titik balik kegagalan Villarreal dalam mengejar ketertinggalan.
Penalti Panenka Mbappe Kunci Kemenangan
Real Madrid memastikan kemenangan di menit keempat waktu tambahan. Mbappe dijatuhkan oleh Alfonso Pedraza di kotak penalti dan maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia melepaskan penalti ala Panenka ke tengah gawang untuk mengunci skor 2-0.
Usai laga, Mbappe mengungkapkan bahwa penalti tersebut ia dedikasikan untuk Brahim Diaz. Rekan setimnya itu sebelumnya gagal mengeksekusi penalti serupa di final Piala Afrika saat membela Maroko melawan Senegal.
Real Madrid Manfaatkan Tergelincirnya Barcelona
Real Madrid sempat tertinggal empat poin dari Barcelona saat La Liga kembali bergulir pada Januari. Namun kekalahan mengejutkan Barcelona dari Real Sociedad membuka peluang bagi Los Blancos untuk menekan rival abadinya.
Kini, Real Madrid mencatat tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi di bawah asuhan Arbeloa. Pelatih muda tersebut menggantikan Xabi Alonso usai kekalahan sensasional dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey. Performa positif ini semakin memperkuat posisi Madrid dalam perburuan gelar, yang terus dipantau penggemar siaranbola setiap pekannya.
